bokep indo, bokep jepang, bokep indo High definition, bokep viral, movie bokep, online video bokep viral, bokep High definition, bokep no sensor

Perjalanan menuju ke rumah Pak Lang tidaklah jauh sangat tetapi terpaksa melalui jalan yang agak sunyi kerana disekelilingnya hanya dipenuhi dengan pokok-pokok getah yang merimbun. Aku mencapai motor Abang Zamri dan terus membonceng Reen menuju ke rumah Pak Lang. Sambil rancak bercerita kisah masing-masing, aku merasakan pegangan tangan Reen di pinggangku merayap ke hadapan. Pelahan-pelahan tangannya mengusap pehaku. Aku yang memakai seluar yang berkain nipis terasa geseran tangan menyentuh segala urat saraf nafsuku. Adik kecilku mula mengembang bila terasa sentuhan demi sentuhan.

"Patut ko tangkap ngam dengan dia Sofia, awet muda skit," kataku mengusik Sofia.
"Bolehlah bukan nak buat suami.. Buat member dan kawan menden-gar masaalah masing-masing.." kekeh Sofia dengan teteknya terhinggut-hinggut.
"Ye kerr takat tu aje," aku mula mengacah. Benar aku dengan Sofia berkawan baik tetapi cerita kami hanya setakat itu sahaja.

"O ye kerr.. Ko tak citer kat akupun. Dengan saper ko key Sofia? Sape dapat dara ko?"
"Dengan Abang N akulah. Dia yang mengenalkan aku dunia asmara dana ni," jawab Sofia memegang buah dadanya, "Aku kesedapan. Orang lama lah katakan. Aku suka dan tidak melarangnya."
"O migodd.. Aku tak sangka. Ko nampak decent jerr kat kolej," kataku mengeleng bagaikan tidak percaya, "Macamana ko boleh memulakan Sofia. Interesting juga experience ko. Apa rasanya?"
"Fitrah manusia. Aku rasa sedaplah. Seronok menenangkan fikiran dan sakit waktu mula-mula kena fuck." sahut Sofia sambil bangun mendapatkan kuih lapis. Kuih itu diMamah dan ditelannya sambil meneguk air teh suam-suam.
"Selepas itu ia cukup mengasyikkan. Macam satu iyadah. Berpeluh bila waktu berpeluh. Ia satu kerja keras dan kerja kuat untuk mendapat kepuasan."
"Ko tak takut ke kote tu.. Apa rasa kote tu masuk dalam cipap? Nanti ko ngandung camana?" tanyaku bertubi-tubi ingintahu.
"Memamnglah takut mula-mulanya. Tapi bila difikirkan mana ada kote lelaki sebesar kepala bayi yang lahir.. Kalau kepala bayi boleh keluar dari lubang cipap itu, kote tak lah besar mana. Confident lubang cipap boleh terima walaupun tubuh kita kecil atau besar," tambah Sofia lagi terkekeh kecil.
"Aku akui mula-mula kena kongkek memang sakit, koyak bibir faraj pedih kena air, lubang cipap kita ketat pada masa itu dan zakar yang menujah keras tak kira kecil atau besar. Certain dara kita pecah dan berdarah. Darah ada yang sikit dan ada yang banyak. Belum tentu sedkali fuck kita sudah habis dara. Itu yang I kata sakit. All of it depends. Macam I kena fuck empat kali satu hari satu malam, baru dara I pecah baru batang Abang N masuk habis rapat dinding perutnya dengan dinding tundun I yang tembam ni."
"Fulamakk reallah ko Sofia.. Selalu ke ko make adore dengan Abang N di KL?" tanyaku lagi dengan dadaku berdebar kencang mendengar dan menanggapi cerita Sofia difuck oleh Abang N, chaternya.

"Masa dan hari itulah aku ikut Abang N. Hari aku kenalkan ko kepada Abang N tahun lalu. Hari itulah aku hilang dara aku," tambah Sofia girang, "Certainly hari itu.. Petang dan malamnya aku bersama Abang N. Dia uli tubuhaku. Dia urut, jilat, nyonyot, gigit, hisap, sedut semua bahagian-bahagian sulit dan sensitif di tubuhku. Dia yang kali keempat malam itu berjaya menjadikan aku seorang wanita dengan masuk zakarnya yang besar, panjang dan keras ke dalam puki aku, Ika. You got it?Selepas itu aku senantiasa mahu difuck oleh Abang N."
"Makk.. I never understood. Astonishing hari ini ko cerita habis kepadaku hal ko dengan chaters kesayangan ko Abang N, patutlah dia layan ko baik," kataku terasa juga nak menjadi seperti Sofia tetapi aku belum berani.

"Ada satu citer lagi ko tak cayer. Kisah ini takde kena mengena dengan chaters. Ni kisah dengan lecturer kita, Dr. Majid. Ko ingat aku sudah terover dengan assignment aku. Kan aku kena panggil. Apa aku buat untuk lulus paper tu?"
Aku mengerutkan dahi. "Apa ko kena buat Sofia?"
"Aku blow work kote dia. Kote dia pendek dan kecil. Usia dia sebaya Abang N. Kemudian aku strip panty aku, selak kain, suruh dia fuck aku doggie design and style, bukan most important suker dia. Dia unzip zipper dia, keluarkan kote, dia yang tegang dan masukkan dari belakang buntut aku. Aku tidak rasa apa-apa. Kejap ajer dia fuck aku dia sudah cumm.. Pastu aku tahu aku lulus. Hehehehe.." ketawa Sofia menceritakan.
"Is the fact that correct? Hebat ko Sofia. Pandai ko simpan rahsia masa kita kat kolej." kataku dengan mataku hampir terbeliak dan nafasku tersekat kerana terkejut.
"Biasalah. Ko sorang aje yang tahu nih. Janji lulus lagipun bukan luak. Hehehehe.." tambah Sofia mendepangkan tangannya.



Barulah aku tahu kenapa dan mengapa Sofia suka dan idak dapat menceritakan rasa hatinya. Kin i aku faham sebab aku sudagh merasakan zakar di dalam kewanitaanku. Memang sedap dan lazat. Bila siang aku idak ke tempat kerja. Aku pohon cuti crisis dan siang itu aku digerudi oleh Abang N semaksimanya. Kami sama-sama fuck one another hearts out. Biarpun puki ku rabak dan pedih bila terkena kencing atau air, namun aku mahu difuck oleh Abang N. Aku merasakan nikmat klimaks yang amat sangat. Dan bermulalah pembelajaran bersetubuh yang menakjubkan dengan Abang N..

Cerita Sexual intercourse dengan LIA seventeen Tahun - Cerita Intercourse kali ini tentang cerita 17 tahun yang bendebarkan. seperti biasanya Cerita dewasa memang selalu membuat sensasi tersendiri. cerita intercourse ini bermula seperti biasa aku perhatikan istriku sedang bersiap untuk berangkat kerja, sementara aku masih berbaring. Istriku memang harus selalu berangkat pagi, tidak seperti pekerjaanku yang tidak mengharuskan berangkat pagi. Tidak lama kemudian aku perhatikan dia berkata sesuatu, pamitan, dan perlahan meninggalkan rumah. Sementara aku bersiap kembali untuk tidur, kembali kudengar suara orang mendekat ke arah pintu kamar.
Tetapi langsung aku teringat pasti pembantu rumah tangga kami, Lia, yang memang mendapat perintah dari istriku untuk bersih-bersih rumah sepagi mungkin, sebelum mengerjakan yang lain. Lia ini baru berumur 17 tahun, dengan tinggi badan yang termasuk pendek namun bentuk tubuhnya sintal. Aku hanya perhatikan hal tersebut selama ini, dan tidak pernah berfikir macam-macam sebelumnya. Tidak berapa lama dari suara langkah yang kudengar tadi, Lia pun mulai tampak di pintu masuk, setelah mengetuk dan meminta izin sebentar, ia pun masuk sambil membawa sapu tanpa menunggu izin dariku. Baru pagi ini aku perhatikan pembantuku ini, not negative in any way. Karena aku selalu tidur hanya dengan bercelana dalam, maka aku pikir akan ganggu dia. Dengan masih pura-pura tidur, aku menggeliat ke samping hingga selimutku pun tersingkap. Sehingga bagian bawahku sudah tidak tertutup apapun, sementara karena bangun tidur dan belum sempat ke WC, kemaluanku sudah mengeras sejak tadi. Dengan sedikit mengintip, Lia berkali-kali melirik kearah celana dalamku, yang didalamnya terdapat 'Mr. Penny'ku yang sudah membesar dan mengeras. Namun aku perhatikan dia masih terus mengerjakan pekerjaannya sambil tidak menunjukkan perasaannya. Setelah itu dia selesai dengan pekerjaannya dan keluar dari kamar tidur. Akupun bangun ke kamar mandi untuk buang air kecil. Seperti biasa aku lepas celana dalamku dan kupakai handuk lalu keluar mencari sesuatu untuk minum. Kulihat Lia masih meneruskan pekerjaannya di ruang lain, aku rebahkan diriku di couch depan Television ruang keluarga kami. Sejenak terlintas untuk membuat Lia lebih dalam menguasai 'pelajarannya'. Lalu aku berfikir, kira-kira topik apa yang akan aku pakai, karena selama ini aku jarang sekali bicara dengan dia. Sambil aku perhatikan Lia yang sedang sibuk, aku mengingat-ingat yang pernah istriku katakan soal dia. Akhirnya aku ingat bahwa dia memiliki masalah bau badan. Dengan tersenyum gembira aku panggil dia dan kuminta untuk berhenti melakukan aktivitasnya sebentar. Lia pun mendekat dan mengambil posisi duduk di bawah. Duduknya sangat sopan, jadi tidak satupun celah untuk melihat 'perangkatnya'. Aku mulai saja pembicaraanku dengannya, dengan menanyakan apakah benar dia mempunyai masalah BB. Dengan alasan tamu dan relasiku akan banyak yang datang aku memintannya untuk lebih perhatian dengan masalahnya. Dia hanya mengiyakan permintaanku, dan mulai berani mengatakan satu dua hal. Semakin baik pikirku. Masih dengan topik yang sama, akupun mengajaknya ngobrol sejenak, dan mendapat respon yang baik. Sementara dudukku dengan sengaja aku buat seolah tanpa sengaja, sehingga 'Mr. Penny'ku yang hanya tertutup handuk akan terlihat sepenuhnya oleh Lia. Aku perhatikan matanya berkali-kali melirik ke arah 'Mr. Penny'ku, yang secara tidak sengaja mulai bangun. Lalu aku tanyakan apa boleh mencium BB-nya, sebuah pertanyaan yang cukup mengagetkannya, selain karena pertanyaan itu cukup berani, juga karena matanya yang sedang melirik ke 'anu' ku. Untuk menutupi rasa malunya, diapun hanya mengangguk membolehkan. Aku minta dia untuk mendekat, dan dari jarak sekian centimeter, aku mencoba mencium BBnya. Akalku mulai berjalan, aku katakan tidak begitu jelas, maka dengan alasan pasti sumbernya dari ketiaknya, maka aku minta dia untuk menunjukkan ketiaknya. Sejenak dia terdiam, mungkin dipikirnya, apakah ini harus atau tidak. Aku kembali menyadarkannya dengan memintanya kembali memperlihatkan ketiaknya. Melihat tatapannya aku mengerti bahwa dia tidak tahu apa yang harus dikerjakannya untuk memenuhi permintaanku. Maka aku dengan cepat menuntunnya agar dia tidak bingung akan apa yang harus dilakukan. Dan aku katakan, naikkan saja baju kaosnya sehingga aku dapat memeriksa ketiaknya, dan aku katakan jangan malu, toh tidak ada siapapun di rumah. Perlahan diangkatnya baju kaosnya dan akupun bersorak gembira. Perlahan kulit putih mulusnya mulai terlihat, dan lalu dadanya yang cukup besar tertutup BH sempit pun mulai terlihat. 'Mr. Penny'ku langsung membesar dan mengeras penuh. Setelah ketiaknya terlihat, akupun memberi perhatian, kudekatkan hidungku terlihat bulu ketiaknya cukup lebat. Setelah dekat aku hirup udara sekitar ketiak, baunya sangat merangsang, dan akupun semakin mendekatkan hidungku sehingga menyentuh bulu ketiaknya. Sedikit kaget, dia menjauh dan menurunkan bajunya. Lalu aku katakan bahwa dia harus memotong bulu ketiaknya jika ingin BBnya hilang. Dia mengangguk dan berjanji akan mencukurnya. Sejenak aku perhatikan wajahnya yang tampak beda, merah padam. Aku heran kenapa, setelah aku perhatikan seksama, matanya sesekali melirik ke arah 'Mr. Penny'ku. Ya ampun, handukku tersingkap dan 'Mr. Penny'ku yang membesar dan memanjang, terpampang jelas di depan matanya. Pasti tersingkap sewaktu dia kaget tadi. Lalu kuminta Lia kembali mendekat, dan aku katakan bahwa ini wajar terjadi, karena aku sedang berdekatan dengan perempuan, apalagi sedang melihat yang berada di dalam bajunya. Dengan malu dia tertunduk. Lalu aku lanjutkan, entah pikiran dari mana, tiba-tiba aku memuji badannya, aku katakan bahwa badannya bagus dan putih. Aku juga mengatakan bahwa bibirnya bagus. Entah keberanian dari mana, aku bangun sambil memegang tangannya, dan memintanya berdiri berhadapan. Sejenak kami berpandangan, dan aku mulai mendekatkan bibirku pada bibirnya. Kami berciuman cukup lama dan sangat merangsang. Aku perhatikan dia begitu bernafsu, mungkin sudah sejak tadi pagi dia terangsang. Tanganku yang sudah sejak tadi berada di dadanya, kuarahkan menuju tangannya, dan menariknya menuju couch. Kutidurkan Lia dan menindihnya dari pinggul ke bawah, sementara tanganku berusaha membuka bajunya. Beberapa saat nampaknya kesadaran Lia bangkit dan melakukan perlawanan, sehingga kuhentikan sambil membuka bajunya, dan aku kembali mencium bibirnya hingga lama sekali. Begitu Lia sudah kembali mendesah, perlahan tangan yang sejak tadi kugunakan untuk meremas dadanya, kuarahkan ke belakang untuk membuka kaitan BHnya. Hingga terpampanglah buah dadanya yang berukuran cukup besar dengan puting besar coklat muda. Lumatan mulutku pada buah dadanya membuatnya sudah benar-benar terangsang, sehingga dengan mudah tanganku menuju ke arah 'Veggy'nya yang masih bercelana dalam, sedang tanganku yang satunya membawa tangannya untuk memegang 'Mr. Penny'ku. Secara otomatis tangannya meremas dan mulai naik turun pada 'Mr. Penny'ku. Sementara aku sibuk menaikkan roknya hingga celana dalamnya terlihat seluruhnya. Dan dengan menyibakkan celana dalamnya, 'Veggy'nya yang basah dan sempit itupun sudah menjadi mainan bagi jari- jariku. Namun tidak berapa lama, kurasakan pahanya menjepit tanganku, dan tangannya memegang tanganku agar tidak bergerak dan tidak meninggalkan 'Veggy'nya. Kusadari Lia mengalami orgasme yang pertama Setelah mereda, kupeluk erat badannya dan berusaha tetap merangsangnya, dan benar saja, bebrapa saat kemudian, nampak dirinya sudah kembali bergairah, hanya saja kali ini lebih berani. Lia membuka celana dalamnya sendiri, lalu berusaha mencari dan memegang 'Mr. Penny'ku. Sementara secara bergantian bibir dan buah dadanya aku kulum. Dan dengan tanganku, 'Veggy'nya kuelus-elus lagi mulai dari bulu-bulu halusnya, bibir 'Veggy'nya, hingga ke dalam, dan daerah sekitar lubang pantatnya. Sensasinya pasti sungguh besar, sehingga tanpa sadar Lia menggelinjang-gelinjang keras. Kesempatan ini tidak aku sia-siakan, bibirku pindah menuju bibirnya, sementara 'Mr. Penny'ku ku dekatkan ke bibir 'Veggy'nya, ku elus-elus sebentar, lalu aku mulai selipkan pada bibir 'Veggy' pembantuku ini. Sudah seperti layaknya suami dan istri, kami seakan lupa dengan segalanya, Lia bahkan mengerang minta 'Mr. Penny'ku segera masuk. Karena basahnya 'Veggy' Lia, dengan mudah 'Mr. Penny'ku masuk sedikit demi sedikit. Sebagai wanita yang baru pertama kali berhubungan badan, terasa sekali otot 'Veggy' Lia menegang dan mempersulit 'Mr. Penny'ku untuk masuk. Dengan membuka pahanya lebih lebar dan mendiamkan sejenak 'Mr. Penny'ku, terasa Lia agak rileks. Ketika itu, aku mulai memaju mundurkan 'Mr. Penny'ku walau hanya bagian kepalanya saja. Namun sedikit demi sedikit 'Mr. Penny'ku masuk dan akhirnya seluruh batangku masuk ke dalam 'Veggy'nya. Setelah aku diamkan sejenak, aku mulai bergerak keluar dan masuk, dan sempat kulihat cairan berwarna merah muda, tanda keperawanannya telah kudapatkan. Erangan nikmat kami berdua, terdengar sangat romantis saat itu. Lia belajar sangat cepat, dan 'Veggy'nya terasa meremas-remas 'Mr. Penny'ku dengan sangat lembut. Hingga belasan menit kami bersetubuh dengan gaya yang sama, karena ku pikir nanti saja mengajarkannya gaya lain. 'Mr. Penny'ku sudan berdenyut-denyut tanda tak lama lagi aku akan ejakulasi. Aku tanyakan pada Lia, apakah dia juga sudah hampir orgasme. Lia mengangguk pelan sambil terrsenyum. Dengan aba-aba dari ku, aku mengajaknya untuk orgasme bersama. Lia semakin keras mengelinjang, hingga akhinya aku katakan kita keluar sama-sama. Beberapa saat kemudian aku rasakan air maniku muncrat dengan derasnya didalam 'Veggy'nya yang juga menegang karena orgasme. Lia memeluk badanku dengan erat, lupa bahwa aku adalah majikannya, dan akupun melupakan bahwa Lia adalah pembantuku, aku memeluk dan menciumnya dengan erat. Dengan muka sedikit malu, Lia tetap tertidur disampingku di couch tersebut. Kuperhatikan dengan lega tidak ada penyesalan di wajahnya, tetapi kulihat kepuasan. Aku katakan padanya bahwa permainannya sungguh hebat, dan mengajaknya untuk mengulang jika dia mau, dan dijawab dengan anggukkan kecil dan senyum. Sejak saat itu, kami sering melakukan jika istriku sedang tidak ada. Di kamar tidurku, kamar tidurnya, kamar mandi, ruang tamu, ruang makan, dapur, garasi, bahkan dalam mobil. Lia ikut bersama kami hingga tahunan, sampai suatu saat dia dipanggil oleh orang tuanya untuk dikawinkan. Ia dan aku saling melepas dengan berat hati. Namun sekali waktu Lia datang kerumahku untuk khusus bertemu denganku, setelah sebelumnya menelponku untuk janjian. Anak satu-satunyapun menurutnya adalah anakku, karena suaminya mandul. Tapi tidak ada yang pernah tahu..bokep indo hd

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *